Teks Eksposisi Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19
Pandemi
Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronavirus 2019 (bahasa
Inggris: coronavirus disease 2019/ COVID-19) diseluruh dunia. Mengapa disebut
pandemi? Menurut saya hal ini disebut pandemi karena virus ini sudah menyebar
keseluruh dunia atau mendunia, karena itu disebut pandemi. Wabah COVID-19
pertama kali dideteksi di kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1
Desember 2019. Hingga saat ini, kasus terkonfirmasi dari seluruh dunia tercatat
kurang lebih 27.000.000 kasus.
Virus Covid-19
tersebar melalui percikan pernapasan yang dihasilkan selama batuk. Percikan ini
juga dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu juga dapat
menyebar akibat menyentuh benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh wajah. Periode
waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar 5 hari, tetapi
dapat berkisar dari 2-14 hari. Gejalanya yaitu demam, batuk, dan sesak napas.
Komplikasinya
dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat. Saat ini, masih
belum ada obat khusus untuk penyakit ini. Menurut saya penyakit ini dapat
dicegah dengan cara mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak
dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi mandiri. Upaya untuk mencegah
virus termasuk pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam,
penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas. Pandemi ini telah
menyebabkan gangguan sosioekonomi global, penundaan atau pembatalan acara
olahraga dan budaya, dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang
yang mendorong pembelian panik.
Per 9
September 2020, terjadi 896.236 kasus kematian. Menurut NHC Tiongkok, sebagian
besar dari mereka yang meninggal adalah pasien yang lebih tua. Sekitar 80%
kematian yang tercatat berasal dari mereka yang berusia di atas 60 tahun, dan
25% memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada termasuk penyakit kardiovaskular
dan diabetes. Di antara negara anggota ASEAN, Singapura diperkirakan menjadi
salah satu negara yang paling terdampak menurut Maybank. Para ekonom
memperingatkan bahwa wabah virus akan berdampak pada ekonomi negara tersebut,
tetapi terlalu dini untuk memberikan jawaban tertentu.
Singapura
mengalami kepanikan membeli bahan kebutuhan pokok, masker, termometer, serta
berbagai produk sanitasi meskipun diminta agar tidak dilakukan oleh pemerintah.
Ekonom Maybank menilai Thailand sebagai negara yang paling berisiko, dimana
ancaman dampak penyebaran virus corona terhadap pariwisata menyebabkan nilai
tukar Baht jatuh ke level terendah dalam 7 bulan. Di Malaysia, para ekonom
memperkirakan bahwa wabah itu akan mempengaruhi PDP negara tersebut, arus
perdagangan dan investasi, harga komoditas, dan kedatangan wisatawan.
Sedangkan
di Indonesia sendiri berdasarkan laporan
data pada akun Twitter @BNPB_Indonesia, Selasa (6/10/2020) sore, tercatat ada
4.056 kasus baru. Sehingga total kasus virus corona di Indonesia menjadi
311.176 orang. Untuk jumlah pasien yang sembuh bertambah sebanyak 3.844 orang. Total
pasien sembuh yakni 236.437 orang. Sedangkan 11.374 pasien positif virus corona
dilaporkan meninggal dunia. Jumlah tersebut bertambah 121 dari pengumuman di
hari sebelumnya.
Setelah
melihat data tersebut, saya secara pribadi sangat prihatin dengan keadaan
negara kita. Bukannya semakin berkurang, tetapi semakin hari semakin bertambah
kasus baru. Kita sebagai warga negara Indonesia harusnya memiliki kesadaran untuk
memperbaiki keadaan kita yang sekarang. Bukan hanya tugas para dokter dan
perawat saja, tapi kita bisa mencegah penyebaran virus ini dengan protokol-protokol
new normal yang sudah ditetapkan. Oleh sebab itu marilah kita bersama-sama memutuskan
rantai penyebaran virus covid-19 dengan mematuhi protokol-protokol yang sudah
diberikan. Dengan begitu, negara kita, bahkan seluruh dunia kembali pada
keadaan dan kondisi yang baik seperti sebelum virus ini menyerang, bahkan
menjadi lebih baik lagi.
Terimakasih. Tuhan Memberkati.
Penulis
Nicodemus Fernandito
Santoso
SMA Virgo
Fedelis Bawen X.MIPA/20